Senin, 22 Desember 2014

Sydney

Sydney adalah kota impianmu, disana kau temukan kebebasan kebahagiaan yang tak kau jumpai disini, entah saat bersamaku atau tidak
Keinginanmu kembali, membuatku menangis tertahan, itu artinya akan ada ribuan kilometer jarak yang membentang ditengah kita
Tapi tak ingin ku buat kau sedih hati, ku katakan, aku akan mendukung semua keputusanmu, kembali atau tetap tinggal..
Sydney, kota impianmu, tapi bukan untuk meninggalkanku, itu katamu.
Aku menyayangimu, hingga ingin hatiku menahanmu tetap disini bersamaku, tetapi aku tak kuasa menolak keinginan hati kecilmu,,
Karna aku tak bisa menjanjinka kebebasan disini saat bersamaku, tak bisa menjanjikan tercapainya keinginanmu jika kau tetap tinggal.
Sydney,, aku tak ingin kau membentang terlalu luas untukku,
Sydney, jangan menulis cerita tentangnya disana tanpa aku
Sydney, ku titipkan dia dan sejuta harapannya dikotamu,,,

Sydney, Australia... kota impianmu...

Minggu, 14 Desember 2014

teman kekasihku


ku sadari perkenalan kita tak lebih dari sekedar teman,tapi aku menyayangimu lebih dari pertemanan kita
karena bagiku menyayangimu adalah hal yang tak pernah aku duga sebelumnya...
namun Sang Maha Cinta begitu hebatnya sehingga menempatkan rasa ini di hatiku...
dan aku mulai takut bila nanti tak bisa sedekat ini lagi bahkan tak bisa bertemu lagi denganmu
aku takut tak dapat lagi mengenggam erat jemari tanganmu saat kau lelah
aku takut tak bisa lagi melihatmu menangis dan tertawa..
aku takut kehilanganmu yang telah melekat diragaku
bagiku sedekat ini denganmu adalah kejutan teristimewa
tak pernah sebelumnya terfikir akan kenyataan yang satu ini
dan kini sang maha cinta memberiku waktu untuk bersamamu, mewujudkan kenyataan diluar nalarku
menyayangimu, kau teman kekasihku..
hati yang ku temukan dalam diri seorang kawan, menjagamu, aku ingin terus begitu
namun aku takut jika nanti mataku tak dapat lagi melihatmu bersamamu,
aku takut hal itu, hanya hal itu... kehilanganmu.

Senin, 01 Desember 2014

flashback



seperti tengah menunggu,, entah menunggu siapa..
seperti tengah menanti datangnya senja yang hanya ada disetiap akhir sore...
sekejap datang lalu merubah cahaya menjadi kehitaman
masih ku ingat senja kala itu, "saling mendo'akan yang terbaik untuk kita"..  tanya yang belum sempat terjawab.. dan semua tentangnya..
aku menantimu., ya aku merindukan suasana itu, dimana aku cukup mengerti untuk mulai berhenti..
namun yang terjadi kini, kau datang...
sekejap datang dan hilang, entah apa mau mu.. bermain-main lagi ??
apakah kau tak cukup dewasa untuk melakukan itu ??
kedatanganmu memang sempat aku nanti, tapi bukan untuk mengajakmu bermain-main lagi, aku rindu..
kenapa baru sekarang disaat aku tak lagi pantas memeluk kerinduanku ??
sejenak aku berfikir, untuk apa kau kembali setelah banyak hal ku lakukan hingga aku menyerah..
aku seperti nahkoda yang sedang dipermainkan oleh ombak dilaut lepas..
datang menghantam bertubi-tubi.. seakan meminta untuk membawa kapalku kembali menepi..
aku masih tersimpan bingkisan kecil yang harusnya jadi milikmu sejak masa itu,,
aku masih menyimpannya, dan kau tau betul apa isinya..
namun aku sudah lupa cara untuk mengembalikannya..
yang ku ingat hanyalah senja yang menyimpan cerita tentang kita...,

kecewa



Ku coba terus berharap.. berharap bertemu denganmu.., berbagi cerita yang sempat tertunda..
Adakah kau juga inginkan hal yang sama.. bertemu bertatap muka
Karena selama ini kau dan aku hanya saling bertemu lewat kata..
Hingga hari yang ku nanti itu tiba, berada pada ruang yang sama,
Ku tunggu dan terus menunggu, berharap yang muncul adalah sosok wajahmu
Berharap kau yang memulai menyapaku, akan tetapi...
Kedua matamu tak melihat kehadiranku, tak nampak raga yang tengah menantimu,,
Mungkin ini yang namanya tertipu kata, atau saja kau memang begitu adanya
Aku tak mengerti, dibalik layar kau ungkapkan bahwa kau memperhatikan gerak gerikku
Tapi ketika aku ada dan nyata dihadapmu, kau acuh menganggap aku ini hanya lah angin yang membentuk sesosok bayangku
Ah,,, tapi bukankah aku sudah dengar bahwa kau memang begitu...
Dan ini yang menjadikanku jauh darimu, kau yang tak pernah punya keberanian hingga aku enggan...
kini ku sadari bahwa kau tak begitu berarti, aku bukan orang yang sesungguhnya kau cari...
kita bukanlah sebuah cerita, hanya kau yang tau itu bukan aku...