Selasa, 23 Juni 2015

Back to Normal

Pagi masih belum nampak terang, ketika seluruh pertanyaan ini mulai berontak dari benakku. Apakah aku sedang kecewa? Tertekan? Atau apa?
Menanggung perasaan yang tak ku mengerti, dengan tanpa ku sadari setetes demi setetes airmata mengalir dari sela-sela kelopak mata yang baru saja terbangun dari mimpi panjang yang indah, ah rasanya kemarin aku tak sempat berfikir akan merasakan lagi perasaan yang seperti ini..
Jika ada kalimat yang dapat mewakili perasaan yang tengah ku tanggung kini, ingin rasanya aku ungkapkan berulang kali agar dunia tahu bahwa aku bukan orang terpilih yang dapat menanggung perasaan semacam ini.
Perasaan ini memang tak pernah berarti apa-apa, aku tahu itu. Tapi mengapa begitu terasa amat dalam hingga diri ini merasa tak berarti apa-apa atas pemilik perasaan ini. 
Tuhan, mungkin Engkau sudah bosan dengan aduanku pada-Mu, mungkin Kau lelah menatapku yang terus mengiba dan cengeng, tapi Engkau lah yang mampu mendengarku setiap waktuku. Tuhan, Engkau tahu pasti segalanya tentang aku dan perasaanku, kembalikan segalanya tentang dia...

Minggu, 07 Juni 2015

sang tertuduh

ada hal yang terkadang membuat orang lain merasa paling benar, yaitu ketika dia beranggapan apa yang dia lihat adalah apa yang dia pikir itu logika yang paling benar dari sudut pandang orang itu sendiri..
dan ketika ada hal yang harus dipertaruhkan karena itu, seperti sebuah hubungan contohnya.
dia yang dikuasai dengan pembenaran individu, kecemburuan atas hal yang tidak terjadi dan segala tentang anggapan pribadi hanya akan mengakibatkan hubungan itu selesai tanpa alasan.
mungkin terlihat baik jika selesai, tetapi atas alasan dan keslahan yang tidak dilakukan oleh pihak tertuduh, bukannya itu lebih menyakitkan??, itu fitnah. dan pelakunya adalah pasangan yang selalu dikasihi..
bagi sang tertuduh mungkin tak ada bedanya jika harus selesai atau tidak, karena akan sama-sama menyakitkan. disisi berlanjut adalah dia akan tertuduh jika hal itu terulang, dia tak akan terpercaya dengan pasangan,
tapi jika itu selesai, dia dihakimi atas hal yang tidak dia lakukan, dia dibuang atas keegoisan pasangan, meski dia tak akan menyesal jika itu terjadi, karena yang akan menyesal adalah ia yang mengakhiri hal yang sulit tertuduh lepaskan. 
jadi cinta macam apa ini?? jika tak ada rasa percaya.. jika yang terlihat adalah kecemburuan masalalu??.