Pagi masih belum
nampak terang, ketika seluruh pertanyaan ini mulai berontak dari benakku. Apakah
aku sedang kecewa? Tertekan? Atau apa?
Menanggung perasaan
yang tak ku mengerti, dengan tanpa ku sadari setetes demi setetes airmata
mengalir dari sela-sela kelopak mata yang baru saja terbangun dari mimpi
panjang yang indah, ah rasanya kemarin aku tak sempat berfikir akan merasakan
lagi perasaan yang seperti ini..
Jika ada kalimat
yang dapat mewakili perasaan yang tengah ku tanggung kini, ingin rasanya aku
ungkapkan berulang kali agar dunia tahu bahwa aku bukan orang terpilih yang dapat
menanggung perasaan semacam ini.
Perasaan ini memang
tak pernah berarti apa-apa, aku tahu itu. Tapi mengapa begitu terasa amat dalam
hingga diri ini merasa tak berarti apa-apa atas pemilik perasaan ini.
Tuhan,
mungkin Engkau sudah bosan dengan aduanku pada-Mu, mungkin Kau lelah menatapku
yang terus mengiba dan cengeng, tapi Engkau lah yang mampu mendengarku setiap
waktuku. Tuhan, Engkau tahu pasti segalanya tentang aku dan perasaanku,
kembalikan segalanya tentang dia...
