Selasa, 23 Juni 2015

Back to Normal

Pagi masih belum nampak terang, ketika seluruh pertanyaan ini mulai berontak dari benakku. Apakah aku sedang kecewa? Tertekan? Atau apa?
Menanggung perasaan yang tak ku mengerti, dengan tanpa ku sadari setetes demi setetes airmata mengalir dari sela-sela kelopak mata yang baru saja terbangun dari mimpi panjang yang indah, ah rasanya kemarin aku tak sempat berfikir akan merasakan lagi perasaan yang seperti ini..
Jika ada kalimat yang dapat mewakili perasaan yang tengah ku tanggung kini, ingin rasanya aku ungkapkan berulang kali agar dunia tahu bahwa aku bukan orang terpilih yang dapat menanggung perasaan semacam ini.
Perasaan ini memang tak pernah berarti apa-apa, aku tahu itu. Tapi mengapa begitu terasa amat dalam hingga diri ini merasa tak berarti apa-apa atas pemilik perasaan ini. 
Tuhan, mungkin Engkau sudah bosan dengan aduanku pada-Mu, mungkin Kau lelah menatapku yang terus mengiba dan cengeng, tapi Engkau lah yang mampu mendengarku setiap waktuku. Tuhan, Engkau tahu pasti segalanya tentang aku dan perasaanku, kembalikan segalanya tentang dia...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar