Minggu, 26 Oktober 2014

Ayah

 
Merindukan mata bening yang selalu membuatku bertanya tentang isi didalamnya, rindu akan pelukan hangat yang dulu selalu menghambur kearahku, rindu disaat aku terjatuh dan kau yang menggendongku.. 
ah masa kecilku,,

Permainan proyeksi film masalalu yang memenuhi ruang mataku seakan mengatakan betapa aku merindukanmu, merindukan canda tawa yang pernah menggema disetiap sudut kamar  ketika aku akan pergi tidur

Buku-buku yang usang karena tak pernah kau sentuh, kalimat-kalimatnya yang seakan berlarian dari dalam buku karena tidak lagi pernah kau bacakan untukku...

Ayah, kemana perginya pelukan hangat masa kecilku ? kemana lenyapnya ciuman dikeningku ?...

Ayah, kemana kau tukar mata bening yang selalu menemani tidurku ?, kemana tangan yang selalu membuka buku dongeng untukku ?

Potret masa kecil yang menghiasi dompet milikku, kini hanya tinggal sebuah potret yang entah kemana pemiliknya kini menghabiskan tawa...

Yang tersisa hanya guratan lelah dan emosi yang setiap saat dapat memporak-porandakan kepingan-kepingan tawa..

Ayah, tahu kah kau ?, hati yang kini bersamamu adalah hati yang terkoyak.. adalah hati yang tak lagi utuh

Ayah, kembalikan mimpi masa kecilku, kembalikan cerita indah tentang dongeng masa kecilku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar