Selasa, 14 April 2015

kita..."kau dan aku"

semakin jauh prahu yang berlayar meninggalkan dermaga maka kemungkinan akan ada ombak yang siap kapan saja melahap prahu itu, tapi selama kita percaya dengan nahkodanya, kita akan sampai ditempat tujuan dengan selamat... ah, andai saja..
Andai saja masih ada yang bisa dan mau percaya satu sama lain dalam perjalanan kita sekarang...
Kita yang pernah tidur di satu atap, pernah makan dalam satu piring, pernah terhangati dalam satu selimut, dan kita yang pernah bersama-sama dalam perjalanan satu periode..
Kini yang terjadi..., jika tak bisa lagi dikatakan “kita” tapi bolehkah setidaknya dikatakan “kau dan aku”...,
Ingatlah,, ingatlah selalu bahwa aku dan kau pernah bersama.., pernah menangis dan tertawa bersama.. pernah berjuang dijalan yang sama...
Maka sekarang ku katakan...
“jika yang lapuk adalah dahan atau rantingnya, maka potonglah bagian yang lapuk, jangan pernah sekali-kali dipotong atau bahkan digali beserta akar-akarnya karena hal itu hanya akan meninggalkan lubang yang menganga”...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar