Sabtu, 25 April 2015

tak seperti kemarin

siang itu aku harus melangkahkan kaki ke ruang meeting yang penuh sesak dengan map-map dan orang-orang penting, ah malas sekali, tetapi untung saja meeting berjalan cukup cepat dan terkonsep dengan baik.
sebelum meninggalkan ruangan aku menghampiri seseorang yang sedang berbenah untuk pergi meninggalkan tempat duduknya...
"terima kasih mas ilham kerja samanya hari ini", kataku seraya mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengannya
dia menyambutnya seraya menyunggingkan senyum manis disudut-sudut bibir yang selalu menuturkan kata halus, ya dia adalah orang yang aku kenal sejak 2 tahun terakhir ini, sebagai rekan kerja dia begitu baik dan disiplin.. selain itu dia dikenal ramah dan pandai bergaul..
mungkin karena itu aku tertarik padanya ketika pertama kali bertemu, tetapi itu tidak berjalan dengan baik dan kami hanya berteman hingga sekarang karena mungkin memang hatinya tidak untukku.. hanya alasan itu yang selalu menguatkanku, lagi pula dia lebih baik menjadi teman dan kakakku, pikirku
"sama-sama" balasnya seraya menjabat tanganku beberapa saat lebih lama

yah, sepanjang hari ku lalui seperti biasa, datang dan pergi ke tempat yang sama dan bertemu dengan orang yang hampir selalu sama setiap harinya.. mendengar cerita yang sama dan bersedih karena hal yang sama..
"ah.." desahku saat ke hempaskan tubuh ini duduk tersandar dikursi di ruang kerja dengan setumpuk map-map yang entah ada berapa ratus ribu kata-kata perjanjian dari kolegaku, dan sebuah name table bertuliskan Chaca Kirana, Junior Manager.

"ada apa ?, kau baik-baik saja ?" suara itu menyadarkanku dari lelah yang seharian ini telah memenuhi pikiranku,
"ah, mas ilham, sejak kapan berada disitu ? masuk mas, silahkan duduk" kataku kaget
"belum lama cha, mungkin kamu lelah sampai-sampai kamu gak sadar aku sudah disini" celotehnya
aku hanya tersenyum dan mempersilahkan dia duduk

"kenapa belum pulang mas, kan sudah lewat jam kantor ?" tanyaku membuka pembicaraan
"aku nunggu hujan reda, lagi pula aku tadi melihatmu masih disini jadi aku temani dulu takut nanti kamu didatangi hantu ganteng.. hahhaahaha" godanya
"ah bisa saja mas, mana mungkin ada hantu yang lebih ganteng dari yang ada didepanku," balasku menggoda
"ah kau ini, aku...."
.....dddrrrrrttttttttttttttt.....ddddddddrrrrrrrrttttttttttttt..... tiba-tiba dia berhenti berbicara karena ponselku bergetar dan tertulis nama "kesayangan" dilayar ponselku

turunlah, aku didepan kantormu
mari pergi kencan sayang

"sudah dijemput ?"
"ah iya mas, dia ada dibawah, aku duluan mas" kataku sambil berbenah dan mengambil tas diatas meja
"mari turun bersama, aku juga mau pulang kan gak enak disini sendirian" jawabnya sembari berjalan disampingku dengan membawa tas kerja hitam miliknya

lorong-lorong kantor memang sudah mulai sepi karena kebanyakan teman-teman kerjaku sudah pulang dan hanya tinggal beberapa orang yang lembur, hanya terdengar bunyi lift terbuka setelah dia memencet tombol di lift dan menunjukan bahwa lift akan turun ke lantai 1.
sepanjang lift berjalan turun, tidak banyak yang aku lakukan, hanya berfikir dan sesekali memandangnya dengan tersenyum..  begitu juga dengannya yang sedari tadi berdiri dengan santai disampingku.

"ada apa ? apakah kamu menyimpan tanya ? atau masih banyak yang kamu ingin tahu ?" tanyanya membuyarkan lamunanku
"ah tidak, "
"ya sudah, nanti tanyakan padaku" dengan suara tegasnya yang menandakan bahwa dia serius dengan ucapannya
"ah, aku hanya iri dengan fotomu" sahutku sekenanya
"foto yang mana ?"
"ah tidak aku hanya bercanda"

kling, seketika itu lift terbuka, nampak di salah satu deretan kursi lobby Ken sedang menungguku..
ya Ken adalah kekasihku, sejak beberapa bulan yang lalu.. dia sering datang menjemputku dan mengantarku kemana-mana..

"aku duluan, terima kasih sudah menemaniku" kataku seraya menjabat tangannya
"ya kembali kasih" dia menyambut tanganku dan terus menggenggamnya beberapa saat
aku berdiri mematung dihadapannya seraya berusaha menghindari tatapan matanya
"apa tidak apa-apa ?" tanyanya dengan mimik penuh tanya
"tak apa, itu hakmu, aku tidak pernah hilang, aku tetap ada meski tak seperti dulu" kataku seraya tersenyum, "aku pulang dulu, sampai jumpa besok" kataku seraya melepaskan genggaman tangannya dan berjalan meninggalkannya
"iya, hati-hati" jawabnya

Ken yang sedari tadi menungguku, berjalan menyambutku dan dengan mesranya menggandeng tanganku keluar meninggalkan gedung berlantai 10 itu..
"aku mencintamu" bisikku pada Ken..
Ken hanya tersenyum dan dengan mesranya mencium keningku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar