
aku akan lekas kembali,
tunggu aku dipelabuhan ini dua bulan lagi, diwaktu yang sama
aku mencintaimu..
hingga petang ini, kau tak kunjung kembali. kemana kiranya kau kini ?, tanyaku dalam hati
satu tahun sudah aku rutin datang mengunjungi tempat dimana kau mengucapkan salam perpisahan lewat sebuah kecupan dan secarik kertas.. tapi hingga petang yang ke 365 ini kau tak kunjung menampakkan diri..
"aku merindukanmu, andai kau tau.. jika saja aku tak mengizinkanmu pergi mungkin aku akan disini bersamamu, andai saja". gumamku
masih kuingat dengan jelas disaat kau mengajakku pergi bersama ke pelabuhan ini, menceritakan semua mimpi-mimpimu untuk menaklukan samudra.. kau terlihat begitu bersemangat dengan mata berbinar-binar kau menatap lautan..
ya, kau memang selalu terlihat begitu karismatik dan gagah dengan seragam putih milikmu..
"aku ingin menjelajah samudra dan membawakanmu mutiara jika aku pulang nanti" katamu,
lalu, kapan kau akan kembali padaku dan memenuhi semua perkataanmu ?, hanya itu yang selalu berkecamuk dalam pikiranku, sesak sekali didadaku.. tanpa ku sadari setitik air mata turun membasahi pipiku..
"Key,.. hari sudah malam, ayo kita pulang". tiba-tiba suara lembut yang selalu menemaniku menyadarkan lamunanku
"ya ibu, tapi esok mas Leo akan datang kan ?" tanyaku penuh harap
"suamimu akan baik-baik saja disana, dia kan sedih jika kamu seperti ini, mari pulang nak"
dengan berat hati, ku langkahkan kaki dengan di iringi ibu dan ayahku meninggalkan kenangan yang ada dipelabuhan ini, namun masih sempat ku lihat ayah menaburkan bunga mawar merah yang sejak tadi dibawanya. mataku nanar memerah, sekuat hati ku tahan tangis, ku genggam erat kenangan terakhir yang ku miliki, secarik sobekan surat kabar yang telah terbit satu tahun yang lalu dan bertuliskan "KAPAL PESIAR terbakar dan karam.. 150 penumpang beserta awak kapal tewas".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar